Sabtu itu, kutinggalkan kost agak pagi, tepatnya pukul 5 lewat 15 menit. Menuju Bimo travel di Gintung yang akan mengantarkanku menuju Bandung pukul 6-nya. Tentu saja untuk menghadiri Gathering Penulis Bacaan Anak Indonesia di kampus Stikom. Perjalanan amat lancar, hingga pukul 8 lewat 16 menit, aku pun tiba di Dipati Ukur. Menurut jadwal sih acara akan dimulai pukul 10, jadi kulangkahkan kaki terlebih dulu ke toko kerudung Rabani untuk berbelanja :p
Pukul 9.30 kutinggalkan Rabani, segera meluncur menumpang angkot cica-ciro menuju kampus Stikom. Sesampainya di lokasi acara, terlihat beberapa kawan dari kantorku dulu (mizan), selesai menyapa mereka, aku segera bergabung dalam acara gathering. Saat baru duduk, tiba-tiba mas Andi Yudha memanggil namaku dan mengkaitkannya dengan kampanye parpol tertentu. Lah, tentu saja aku jadi kebingungan :p hehehehe .... Ternyata itu guyonan menyambut perjumpaan kami, setelah beberapa tahun tak bersua :D
Jadi, siang itu, para peserta yang terdiri dari editor dan penulis bacaan anak terlihat antusias mengikuti acara yang bertemakan, “Jadi Penulis Bacaan Anak Juga Bisa Kaya.”
Acara diawali dengan sambutan beberapa tokoh yang mewakili institusi dan komunitas terkait. Setelah itu, diskusi yang lebih mengarah pada obrolan santai pun dibuka. Hadir sebagai narasumber pada sesi pertama, mas Ali Muakhir dan kang Benny Rhamdani—peraih Adikarya Ikapi, yang membahas betapa pentingnya menjadi penulis bacaan anak. Menurut mas ali dan kang ben, menjadi penulis bacaan anak merupakan sebuah profesi yang menjanjikan secara finansial dan memperkaya batin penulisnya. Bahkan pada masa mendatang seiring dengan kecanggihan teknologi, penulis bacaan anak bukanlah seseorang yang terikat dengan rutinitas jam kantor, melainkan mobile dengan segudang ide yang siap diformat menjadi buku dan dijual oleh para penerbit.
Royalti bagi penulis, teknik agar naskah dari penulis menembus penerbit, dan sejauh mana editor berperan dalam menyunting naskah, dipaparkan secara lengkap oleh para editor keren yang hadir mewakili beberapa penerbit pada sesi kedua diskusi.
Acara seru tersebut ditutup dengan dibentuknya susunan kepengurusan milis Penulis Bacaan Anak, juga sesi pembagian buku dan doorprize yang kian mengakrabkan suasana.
Aku tak menyangka akan bertemu dengan beberapa kawan yang selama ini hanya aku sapa lewat blog. Semisalnya, Ella, illustrator keren yang karyanya biasa kuintip di
http://dalus.multiply.com. Bertemu dengan mba Indah Juli yang tengah hamil dan membawa-bawa minyak telon :p hihihihi.... Atau senangnya menyapa kembali mba Ary Nilandari, setelah Sabtu lalu kami berfoto bersama di resepsi nikahan Nat2.
Selesai acara gathering, aku, yuni, dan teh ana melanjutkan siang itu dengan mengantar kawan (peserta gathering dari karawang yang datang bersama dua anak dan istrinya) ke terminal caheum. Makan batagor di DU. Menghirup udara segar di Lembang Kencana. Dan belanja daily di supermaket Setiabudi.
Semuanya terasa menyenangkan ^_^
************************************************************************************
Temans, semoga gathering awal PBA menjadi penyemangat kita untuk selalu berkarya, baik sebagai editor buku anak, penulis bacaan anak, maupun ilustrator buku anak :p